Ternyata film A2C akan segera terbit. itu setidaknya dapat dilihat dari situs 21cineplex.com.Berikut ini resume FILM A2C:Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah. Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah
Tersebutlah Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak. Setelah itu ada Noura (Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya
Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini?









Sebelumnya salam kenal Perycantiq, semoga kecantikannya adalah lahir dan batin…amin…
Tentang film Ayat-Ayat Cinta memang banyak menjadi pro dan kontra. Bahkan sempat meramaikan era-muslim.com dan beberapa web blog.
Memang sejujurnya saya belum melihat secara total film tersebut, meskipun di komputer kosan saya disimpan di hardisk, tetapi saya sempat melihat trailernya. Dan ketika melihat trailer tersebut, sungguh saya sangat menyayangkan dan turut prihatin dengan Kang Abik sebagai penulis, karena sebuah novel yang sangat monumental hanya menghasilkan film yang (mohon maaf) biasa-biasa saja (meskipun sekali lagi saya belum melihat secara utuh). Akhirnya saya memutuskan untuk tidak akan melihat film Ayat-Ayat Cinta…
SJW @ ITB
Jangan lupa untuk mampir ke: http://sujarwo04.wordpress.com/
(Mohon maaf jika ada salah-salah kata)
Comment by sujarwo04 — March,2008 @ '9:49:am'
Setuju..!!!!
Bener tuch pa yg diomongin ma km!
dimana2 klo film yg diangkat dari novel tu kudu wajib dibedain!
Klo “sama” yah gak ada gregetnya gmn gicuu..
Filmnya mang BaaaGos….
Comment by Rere — August,2008 @ '9:49:pm'
harap sesiapa yang menonton cerita ini mendapat kebaikan disebaliknya….. kita mesti aplikasinya
Comment by ima — October,2008 @ '9:49:pm'