Perycantiq

March,2008

Film “Ayat-ayat Cinta”

Filed under: AAC — perycantiq @ '9:49:am'

 Film “Ayat-ayat Cinta”

The Islamic romance film “Ayat Ayat Cinta”, political Islam, and pesantren prodigies.

The wildly popular novel by Habiburrahman El-Shirazy , and now film, Ayat Ayat Cinta (Love Verses), tells the story of young handsome Fahri bin Abdullah Shiddiq (played by Fedi Nuril), an Indonesian student attending Al-Azhar University in Cairo, Egypt, who attracts beautiful young women left, right, and centre, four of them in fact:

  • Nurul (played by Melanie Putria), also an Indonesian in Egypt, the daughter of an important East Java kyai.
  • Noura (Zaskia Adya Mecca), an ungrateful Egyptian girl (Fahri saves her life but she betrays him later).
  • Maria (Carissa Putri) a Coptic Christian living next door to Fahri, who inexplicably converts to Islam at the end of the film.
  • Aisha (Rianti Cartwright), from a wealthy German-Arab family.

In the end Fahri plumps for the rich girl Aisha and they no doubt live happily ever after.

Ayat Ayat Cinta
Ayat Ayat Cinta.

The book and film have been taken up by some on the Islamist side of politics, including parliament chairman Hidayat Nur Wahid of the PKS, who on 7th March met with some of the cast and crew of the film. Hidayat said he hadn’t seen the film, and he hoped there was no violence or pornography in it, but he had read the book and liked it.

Ayat Ayat Cinta novel
Ayat Ayat Cinta novel.

Hidayat said the book’s author, Habiburrahman El-Shiraz, was a good example of a new generation of writers who had attended Islamic boarding schools (pesantren) and who could bring Islamic teachings to the masses. 

Separately Habiburrahman himself, usually called Kang Abik, 32 years old, says he wants people to know that pesantren schools don’t just teach religion but universal subjects as well.

Habiburrahman El-Shirazy
Habiburrahman El-Shirazy

He has three more Islamic novels due out soon, Langit Mekah Berwarna Merah (Red Sky of Mecca), Bidadari Bermata Bening (Radiant Eyed Angel), and Bulan Madu di Yerussalem (Honeymoon in Jerusalem). 

Film Ayat-ayat Cinta memakan korban Jiwa!!subbhanallah….

Filed under: AAC — perycantiq @ '9:49:am'
Quote:

Film ayat-ayat cinta, satu orang meninggal sehabis menonton Film tersebut

Ditulis pada 8 Maret, 2008 oleh melayubertuah

Tim laporan Topik Muhammad Bayu Melaporkan dari Pontianak Kalbar” Film ayat-ayat cinta merupakan kenangan yang tak dapat dilupakan

buat Syarifah Mahani Asegap, Warga kompleks Teluk belus ini kehilangan suami tercintanya Gusti Adi Faisal 63 tahun usai menonton Film ayat-ayat cinta.Alm gusti terkena serangan jantung ketika mereka membahas Film yang baru saja di tontonnya dan langsung di larikan kerumah sakit namun nyawanya tak tertolong lagi.

Kekekeke ternyata ayat2 setan memang hanya membuat manusia celaka…

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=153012

Quote:

Selasa, 4 Maret 2008

Tak Sadar Suami Meninggal hingga Akhir Pemutaran
Di Balik Demam Warga Pontianak Menonton Film Ayat-ayat Cinta

Pontianak,- Ayat-ayat Cinta merupakan salah satu tontonan yang sangat digandrungi tidak hanya anak muda tetapi orang tua. Namun ternyata dibalik demam Ayat-ayat Cinta ini, menyisakan sebuah cerita tragedi, dimana seorang isteri kehilangan suami tercinta ketika menonton film yang fenomenal tersebut.

Hari Kurniathama, Pontianak

PEMUTARAN Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang diangkat dari novel laris dengan judul yang sama karangan Habiburrahman El Shirazy, disambut antusias. Sejak pemutaran perdana pada Selasa (26/2) lalu hingga tadi malam di A Yani 21 selalu dijejal pengunjung. Mereka tak saja dari kalangan remaja. Kaum tua pun juga larut oleh Ayat-ayat Cinta ini.

Film tersebut juga menarik perhatian Gusti Andi Faisal (63 tahun). Bersama sang istri, warga Komplek BTN Teluk Mulus, Gang Perintis V satu, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, ini menonton pada jam tayang pukul 15.00 WIB, Studio 1. Kedua pasangan ini menuju bioskop dengan menggunakan mobil pribadi.

“Ketika datang hingga duduk di bioskop, Bapak masih dalam kondisi yang baik,” kata Ny Faisal. Bahkan sebelum acara dimulai sang isteri sempat menelepon anaknya, Lia yang berada di Banjarmasin, Kalsel, walaupun tidak sempat berbicara dengan sang Ayah. Kemudian pada saat yang sama sang isteri tidak melihat gejala-gejala apapun dalam diri suaminya. Apalagi gejala sakit.

Kemudian film yang ditunggu pun dimulai. Setelah sekitar kurang lebih 90 menit film pun usai. Seperti biasa ketika para penonton memadati bioskop pun beranjak keluar, lampu kuning bioskop menyala tanda pemutaran film berakhir. Sang isteri melihat suaminya sedang tidur. Lalu dengan spontanitas Ibu Faisal membangunkan suaminya dengan menggerakkan tubuh berkali-kali. Ternyata hal tersebut tidak membuat sang suami terjaga. Sehingga sang isteri merasa khawatir dan langsung meminta pertolongan. Untunglah seorang mahasiswa kedokteran yang berada tepat di depan kursi korban duduk langsung membawa keluar Gusti Faisal bersama petugas bioskop.

Korban pun langsung dibawa sementara waktu ke ruangan petugas sembari menunggu Mobil Ambulance datang. Setelah itu korban dilarikan ke rumah sakit RSSA Antonius.

Menurut keterangan sang isteri, Gusti Faisal ketika sampai di rumah sakit telah tiada. Diduga meninggal diperjalanan. Sang isteri kepada tetangganya mengatakan kematian suami tercinta kemungkinan dikarenakan serangan jantung.

Antusiasme warga Pontianak untuk menonton film tersebut, kata Sastrawan Pontianak, Hamizar ‘Bazarvio’ Ridwan, sangat wajar mengingat buku dengan judul yang sama, yang mengilhami pembuatan film tersebut, sangatlah fenomenal.

“Novelnya bisa membius. Karena cerita yang berseting di Cairo, Mesir, mengungkapkan kaum muda yang tidak terlepas dari nuansa agamis. Sangat romantis dan humanis. Seperti yang saya tuliskan dalam testimoni di buku itu, selesai membacanya, bisa membuat hati menjadi gerimis. Jadi, sangat wajar jika filmnya juga ditunggu oleh masyarakat,” kata wartawan senior Pontianak Post yang juga sahabat Habiburahman El Shirazy yang bersama-sama pernah menghadiri acara baca puisi di Kuala Lumpur beberapa tahun lalu.

Sementara itu Caroline Voermans, 26 tahun, ikut memuji film tersebut. “Walaupun ada bagian-bagian yang hilang seperti yang di buku aslinya, tapi tidak memengaruhi makna dari film ini. Sungguh menyentuh jiwa. Empat jempol untuk film ini,” katanya usai menyaksikan pemutaran Film AAC.

Seperti dikutip dari website penerbitanbuku.wordpress.com, penulis buku novel Islami Ayat-ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy, meraih royalti dari buku-bukunya hingga Rp1,5 miliar. Hal itu disampaikan Tommy Tamtomo, Direktur Utama Penerbit Republika dalam acara bedah buku di Gramedia Matraman, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kami baru saja mencetak 10 ribu eksemplar untuk persediaan tahun depan, tapi sudah habis duluan,” kata Tommy. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Republika ini sejak Desember 2004 itu kini sudah dicetak 30 kali dengan total buku mencapai 300 ribu copy.**

Sumber berita TOPIK Malam antv tanggal 7 Maret 2008

Blog at WordPress.com.