Perycantiq

November,2009

2012 “Dahsyatnya Kiamat”

Filed under: AAC — perycantiq @ '9:49:pm'

Film ini terinspirasi oleh ide peristiwa hari kiamat global yang bersamaan dengan akhir putaran Kalender Hitungan Panjang Maya pada atau sekitar 12 Desember 2012 (titik balik matahari musim dingin belahan Bumi utara).
Jackson Curtis (John Cusack) adalah seorang ayah yang telah bercerai yang bekerja sampingan sebagai supir limousin dan penulis, sementara bekas istrinya (Amanda Peet) dan anak-anaknya tinggal bersama dengan pacar barunya, Gordon (Thomas McCarthy).
Di kota Tikal suku Maya di Guatemala, korban bunuh diri massal tampaknya mempercayai kalender Maya, yang meramalkan akhir dunia yang bersamaan dengan Kesejajaran Galaktik, yang terjadi pada 21 Desember 2012, tanggal terjadinya titik balik matahari musim dingin di belahan Bumi utara. IHC (Institute for Human Continuity), sebuah organisasi rahasia, menyadari situasi ini dan mulai membangun bahtera besar di bawah Pegunungan Himalaya yang dirancang untuk menghadapi banyak bencana alam untuk menyelamatkan manusia, spesies tertentu, dan harta manusia yang paling berharga ketika kiamat akhirnya terjadi. Ada perdebatan tentang bagaimana dan kapan pemerintah dunia akan memberitahu warga mereka, dan cara memilih orang-orang yang akan diselamatkan dari kiamat ini. Sementara itu, ketika sedang dalam perjalanan siang menuju Yellowstone dengan dua anaknya, Jackson bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), yang membawakan acara radionya sendiri tentang prediksi suku Maya terhadap 21 Desember 2012.
Retakan besar terbentuk di Patahan San Andreas, California, dan meskipun pemerintah meyakinkan segalanya aman, Jackson tidak yakin. Menyewa pesawat pribadi dan memperoleh barang-barang darurat, ia pergi ke rumah Kate di L.A. untuk menyelamatkan keluarganya dan Gordon dari gempa bumi karena perpindahan kulit Bumi. Jackson dengan cepat mengumpulkan keluarganya, dan setelah perjalanan yang panjang dan berbahaya dengan jalan-jalan yang runtuh menuju Bandar Udara Santa Monica, pacar baru Amanda, Gordon menggunakan kemampuan terbangnya untuk menyelamatkan keluarga ini. Deluruh kota Los Angeles yang runtuh mulai tenggelam ke Samudera Pasifik. Ketika pesawat semakin kekurangan bahan bakar, kelompok ini melihat kemungkinan mendarat di Wyoming. Jackson memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu Charlie. Menentang keinginan Kate, Jackson dan Lily pergi mencari Charlie, meskipun menemukan vannya kosong. Melalui radio, Charlie memberitahukan pendengarnya bahwa ia telah pergi ke pegunungan untuk menyaksikan kiamat. Jackson mengambil van tersebut untuk menyelamatkan Charlie, tapi Charlie menolak pergi. Ketika Jackson dan Lily melarikan diri dari gunung api yang meletus, Charlie menyebutkan sebuah peta di van yang akan memperlihatkan rute lari. Jackson dan Lily pergi kembali ke pesawat melewati hujan batu lava. Setelah tiba, Lily lari ke pesawat, tapi Jackson tetap di van untuk mencari peta tersebut, dan itu terlalu lama. Ketika tanah terbuka, van itu jatuh ke sebuah celah. Keluarga Jackson ketakutan, tapi harus pergi. Jackson memegang pinggiran, dan berlari ke pesawat ketika tanah di belakangnya terus runtuh. Ia cukup cepat memasuki pesawat.
Semakin jelas bahwa tidak hanya California yang mengalami bencana: Gunung Api Super Yellowstone meletus; gempa besar terjadi di Amerika Selatan; Washington, D.C. dibanjiri oleh tsunami dan USS John F. Kennedy menghancurkan Gedung Putih; dan St. Peter’s Basilica di Roma runtuh, menewaskan ribuan orang. Tsunami lain menghantam New York City, menenggelamkan Patung Liberty. Pemerintah AS akhirnya mengumumkan akhir dunia. Jackson dan keluarganya harus mencari jalan ke Cina untuk menaiki kapal besar, karena pesawat kecil mereka tak mampu melakukan perjalanan ini. Ketika mereka mencari pesawat baru, semuanya dipenuhi penumpang. Tetapi, Gordon bergantung pada salah satu klien lamanya, Tamara (Beatrice Rosen). Ia bersama dengan milyuner Rusia, Yuri Karpov (Zlatko Buric). Keluarga ini mengetahui bahwa Yuri telah membawa pesawat untuk kabur ke Cina. Jackson meminta untuk memperbolehkan keluarganya, tapi Yuri menolak. Tetapi, pilotnya, Sasha (Johann Urb) memberitahu bahwa ia membutuhkan seorang kopilotdan Jackson mengatakan Gordon adalah pilot terlatih. Sehingga, kelompok ini akhirnya menaiki pesawat tersebut sementara bandara hancur oleh gempa bumi.
Ketika mereka ada di udara, Sasha sadar bahwa pesawat ini tidak memiliki bahan bakar cukup untuk terbang ke Cina. Ia memberitahu Gordon, dan mereka setuju untuk mendarat di air. Sasha kemudian mengetahui bahwa mereka tidak lagi di atas lautan: kulit Bumi telah berpindah ribuan mil dan mereka mengarah ke Pegunungan Himalaya. Mengetahui resiko mendaratkan pesawat di atas salju, Sasha mengatakan pada penumpang untuk pergi ke penyimpanan kargo dan banyak mobil disimpan di sana, sementara ia dan Gordon mempertahankan kontrol dan membuka pintu kargo dari kokpit. Rencana mereka ialah mengeluarkan mobil tersebut dari penyimpanan kargo. Gordon harus meninggalkan Sasha dan berlari ke mobil tepat waktunya. Sasha mendaratkan pesawat di sebuah jurang, yang kemudian runtuh. Anggota kelompok lainnya mendarat selamat. Tamara menangis dan meminta agar mereka kembali untuk mencari Sasha. Sebelum mereka bertindak, helikopter Cina yang mengangkut hewan besar terbang di atas mereka. Satu helikopter mendarat, meskipun kelompok ini tahu bahwa mereka harus bayar untuk menaikinya. Yuri membayar untuk dirinya dan putranya, tapi menolak membayar untuk orang lain. Sebelum masuk helikopter, ia berkata pada Tamara bahwa ia tahu hubungannya dengan Sasha.
Kelompok ini tak memiliki pilihan kecuali jalan melintasi pegunungan untuk mencari kelompok lain. Sebuah mobil lewat, Jackson melempar batu ke arahnya. Mobil berbalik dan penumpang membolehkan mereka naik. Di dalamnya terdapat seorang biarawan Buddha, Nima (Osric Chau), dan neneknya (Lisa Lu). Mereka pergi untuk bertemu dengan saudara Nima, Tenzin (Chin Han), yang punya rencana untuk menyelinap ke kapal besar itu.
Setelah tiba, Tenzin marah. Ia mengatakan pada Nima bahwa rencananya tidak dapat melibatkan banyak orang, dan orang lain tidak bisa diikutkan bergabung. Jackson dan Kate memaksa pada Tenzin bahwa mereka membawa anak-anak. Setelah perdebatan panjang, Tenzin membolehkan seluruh kelompok bergabung.
Jackson dan keluarganya berusaha menyelinap ke kapal itu dengan bantuan Tenzin. Carl Anheuser (Oliver Platt), Kepala Staf Presiden kemudian memerintahkan agar gerbang kapal ditutup, sementara suplai belum cukup. Ketika gerbang ditutup, kaki Tenzin hancur .

sumber:wikipedia

March,2009

Wawancara Exklusive Sama Sang Pakar Cinta

Filed under: AAC — perycantiq @ '9:49:pm'

Nich Petikan Wawancara aq sama Sepupu aq yg Baru MeriT kemaren.Dia Pacaran udah 50x Gila khan??Dan klo aq kerumah dia.Ya Tuhan… Banyak banget Futu2 Kaum adam diPiC Albumnya dia(dikoleksi dulu baru diseleksi uji dia).Dan yaNG buat aq salut lg ma dia ga ada satu cowo pun yg jeleX alias noraX yg jd cowonya!(PadahaL tuH anak JeLeX Loh!^_^Piiss).

Simak dech tanya jawab gue ma dia:

Sejak kapan buk pacaran?
Dari kecil,lupa umur berapa yg jelas sejak kelas 5 SD yg suka-sukaan aje.tp untuk lebih ngerti pacaran pas SMP.

Selalu cowo apa kamu yg nembak duluan??
Yah tergantung,klo cowo yg aq taksir pasif jd aq yg aktif.

Siapa yg lebih dulu mutusin hubungan?
Mantan aq
Kenapa?
Aq ga brani ambil keputusan.Takut nyesel!Pernah nih aq mutusin dia sepihak dan rasanya penyesalan itu ga ilang ampe sekarang!aq mau minta maaf ke dia tp ga bisa udah lain alam.

Klo dicium cowo???
Udah
Dimana ajah?
Dikening,dipipi kanan/kiri,ditangan,dikepala sama dibahu klo untuk dibibir alhamdulilah ga da mantan2 aq yg brani cium disitu.itu tantanya mreka bner2 sayang ma aq.

Klo dipeluk ma cowo????
Pernah jg!dari belakang,dari depan.tp kebanyakan aq yg meluk mereka!ha ha Ganjen nian eh!

Pernah balikan ma mantan???
Nothing!mantan is looser!
Kenapa?
Karna mereka lebih nyaman dijadiin just friend ajah,ga lebih!
Kenapa ga kasih mereka kesempatan kedua?
Aq bukan kasih dua kesempatan lagi tp aq sudah banyak kasih kesempatan saat kita masih jadian.

Pernah Liat cowo nangis ga??karna apa?
Eee….(sambil mikir dijawab pa ga?)Pernah,5x karna aq dan 3x karna faktor lain.
Kenapa mereka nangis karna kamu?
Kebanyakan yg nangis karna aq tolak cintanya sam aq putusin sepihak.
Menurut kamu wajar ga sih mereka nangis?
Yaah klo menurut aq sih wajah.Ada saatnya kita meratapi sesuatu supaya kita bisa ikhlas.jd klo mau nangis ya nangis aja!aq selalu bilang terutama sama sahabat2 aq yg ada masalah klo ga ada situasi yg ga bisa diselesaiin dan kamu ga sendiri masih ada aku disini.

Seandainya kamu dihadepin dengan situasi mencintai seseorang tp kamu ga bisa memilikinya?apa yg kamu perbuat?
Bukan seandainya lagi tp aq udah pernah ngalaminnya jeng!aq sempat suka sama pacar sahabat aq karna tuh cowo punya apa yg aq pengen dari seorang laki2.adalah!yah aq ungkapin aja apa yg aku rasain sama dia.karna mnurut aq cinta yg tak terungkap itu lebih menyakitkan letimbang cinta yg bertepuk sebelah tangan!

Trus klo kamu brani ungkapin perasaan kamu kepacar sahabat kamu brati kamu tau donk konsekuensinya kayak apa?
Iya aq tau,aq tipekal orang yg brani ambil keputusan brani ambil resikonya!aq sadar klo dia pacar sahabat aku makanya aq hanya bilang suka ke dia bukan nembak dia jadi pacar aq.beda loh nembak sm nyatain perasaan.

Trus Sahabat kamu tau??
Ga dia ga tau

Seandainya cowo itu pacar orang lain dan bukan pacar sahabat kamu?apa yg kamu lakuin??
Yah klo itu lain lagi..aq perjuangin ampe titik darah penghabisan!karna aq tipekal orang yg sulit jatuh cinta,he..!(dari hongkong!pacar aja ada 50!^_^)

Cinta???sudah pernah jatuh cinta????
Aq jg manusia biasa kalii ya pernah lah!aq berharap ini cinta terakhir q..

Sepertinya kamu paham banget sama kata2 cinta??Cinta itu paan sih??
Eee…cinta yah???apa yah..cinta adalah cinta
Cinta ga bisa diungkap dengan kata2
Cinta tak bisa dirasa
Cinta tak bisa dilihat dengan mata
Cinta adalah kekuatan
1. Kekuatan Birahi dimana ada nafsu,Keinginan,& Kepuasan
2. kekuata Nurani yg bisa melindungi,menyayangi & membahagiakan
Cinta adalah damai
Seandainya semua orang didunia ini memiliki rasa cinta ga ada yg namanya perang!
Cinta adalah anugarah terindah yg bisa dimiliki makhluk dibumi ini.

Pertanyaan Terakhir nich!sebanenya pengen banyak tanya tp takut kemahalan bayarnya ga kuat!(satu pertanyaan Rp5000 abiz dah duit jajan gw!)Cuma mau minta pesan2 dan petuah kamu donk buat adik2mu yg baru ngerasain indahnya jatuh cinta??
Iya,Cinta itu ibarat iklan yg jangan dipercaya 100%.tp percayalah akan adanya cinta sejati karna ia akan datang dengan sendirinya tanpa dicari dan harus mancari.Sebelumnya aq bukan tuain kamu Cuma inget,jgn karna kamu sudah cinta dan kamu rela memberikan segala yg kamu punya,terutama Virgin kamu.Naudzubillah deh!
Karna keperawanan itu ibarat balon klo udah pecah ga akan perna kembali kebantuk asal.yang rugi siapa??kita!kita sebagai cewe yg sangat-sangat dirugiin!Inget,Ortu punya nama baik dan nama baik keluarga sudah harga mati yg ga bisa dikompromi.lagi pula Hukum allah swt masih berlaku baik diduni maupun dialam barza.

Waah…Zerem amat…???
Iyalah,tinggalin klo cowo kamu sudah nyimpang dari komitmen pacaran!klo dia bilang tanda syg???omong kosong!build sit!klo dia memang sayang ma kamu dia ga akan minta disitu.Cinta itu melindungi bukan mengabisi.klo km pengen tau komitmen aq pacaran boleh dan komitmen aq ini selalu berlaku untuk 50 pacarku dahulu.
1. Jangan perna ada kebohongan karna sekali bohong sudah buat aq mati rasa.dua kali bohongbuat aq il-feel.tiga kali ketauan bohong??kelaut aje lu!Lomba renang gih sm ikan hiu!
2. Jangan ada Penghianatan. Klo aq bosen dan titik jenuh aq sudah diatas ubun2aq selalu ngomong!makanya dari dari awal aq pacaran belum ada yg selingkuhin aq,begitu pun sebaliknya.
3. Jangan perna ada ciuman dibibir. Tanda nafsu birahi uji pak ustad tuh!dan alhamdulilah dari 50x aq pacaran blm ada mantan2 q yg nyium bibir aq kecuali pacar aq yg ke 51 ini,jangan kan bibir seluruh jiwa dan raga q untuk dia seutuhnya…suamiku!walau aq bilang yg ke 51 tp dialah yg “pertama” & terakhir .

iH wauw…nasehat2 kamu kayak bokap-nyokap gw dirumah!semoga ajah ini menjadi pelabuhan kamu yg akhir ya jeng!yuuk kita do’ain sama2…Aaaamiiin….
minta nomer yg bisa dihubungi dounk…???
Klo nomer HP ada.tp dibawa papa kecina.ha ha ha
Klo mau share something trouble Lewat email aja yach!

Karina_perycantiq@yahoo.com

February,2009

Misteri Cewe Cantik Bisa Dapet Cowo JeleX!!hoho

Filed under: AAC — perycantiq @ '9:49:pm'

kemaren si Lia jadian ma awowok barunya dan ternyataaa???
Tuh cowo udah jeleX sombong pula…iiHH..
ga da bgs2 deH!!tp napa lia doyan yah ma tuH cowo??Jadi Bingung uey…!!!

October,2008

TOMMY KURNIAWAN CIUMAN SAMA RATNA GALIH?????

Filed under: AAC — perycantiq @ '9:49:pm'

oH my God…
tuH kaTa PeRtAma yG gW uCaPiN Pas ngeliat Video adegan nTu!HOT BANGET!!!

iLLfeeL dech skrg ma Tommy…secara dulu gW ngefans bgt ma dia!

jD gicu yach cara casting film???ugh… ga da moraL!!!

August,2008

Paling Setia dan Yang Paling Doyan Selingkuh Menurut Zodiak !

Filed under: RaMaLaN kEpRiBaDiAn Kamu — perycantiq @ '9:49:pm'

Zodiak mana yang paling setia? lalu zodiak mana yang paling suka selingkuh? berikut adalah daftar zodiak dari yang paling setia (teratas) hingga yang rentan akan perselingkuhan (paling bawah).

T A U R U S

21 April – 20 Mei
Peringkat 1 : Kesetiaannya luar biasa dan paling dapat diandalkan
Bagi beberapa zodiac tertentu, Taurus kadangkala dianggap pribadi yang agak membosankan dalam hubungan interaksi karena cenderung berkutat dalam hitungan “berhemat-hemat” atau paling tidak dianggap keras kepala

C A N C E R

21 Juni – 22 Juli
Peringkat 2 : Ratu Rumahan yang setia, selalu ingin merawat pasangannya.
Sensitivitas tinggi membuatnya sangat berhati-hati untuk tidak dilukai dan melukai. Cancer terkesan menutup rapat diri yang membuat beberapa zodiac tertentu menjadi tidak sabar karena makan waktu untuk berinteraksi dengannya.

V I R G O

23 Agustus – 22 September
Peringkat 3 : Sangat hati-hati memilih pasangan.
Ketemu satu saja sudah bikin “capek”, jadi boro-boro mau “main-mata” lagi.. Kerap lumayan rewel dan kritis yang menunjukkan betapa besar perhatiannya pada seseorang. Bagi beberapa zodiac tertentu, Virgo adalah tipe yang kerewelan dan kritiknya kadang bisa bikin orang lain tersinggung.

C A P R I C O R N

23 Desember – 20 Januari
Peringkat 4 : Pemikiran akan rencana-rencananya sangat menyita waktunya..
Cenderung berkutat seputar pemikiran akan rencana-rencananya. Bagi beberapa zodiac tertentu, Capricorn terkesan membatasi diri dalam hubungan interaksi dengan lainnya. Selingkuh hanya intermezzo kala jenuh.

A Q U A R I U S

21 Januari – 19 Februari
Peringkat 5 : Tidak suka selingkuh, tapi menghindari komitmen yang membutuhkan keterlibatan emosional yang dalam.
Aquarius cenderung berpikir dan bertindak tegas. Bagi beberapa zodiac tertentu, ia terkesan sangat radikal. Bila ia sampai selingkuh, berarti itu caranya yang “radikal” untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan yang tidak mampu mengikuti pola pikirnya.

L I B R A

23 September – 22 Oktober
Peringkat 6 : Paling sukar menentukan pilihan dan mengalami kesulitan dalam mengungkapkan diri sendiri.Karena kerap berpikiran mendua mengenai segala sesuatu, bagi beberapa zodiac tertentu, Libra kadang terkesan penuh rahasia dan cenderung sulit dipahami.

G E M I N I

21 Mei – 20 Juni
Peringkat 7 : Harus dimanja agar tidak selingkuh.
Selalu ingin dimanja dan diperhatikan oleh pasangannya. Bagi beberapa zodiac tertentu, Gemini adalah tipe yang gampang berubah-ubah.

S A G I T A R I U S

23 November – 22 Desember
Peringkat 8 : Gampang tergoda untuk selingkuh.
Karakter dasar yang ekspansif maka ia gampang tergoda untuk hal-hal yang “baru”, begitu pula dalam hubungan. Bagi beberapa zodiac tertentu, Sagitarius adalah tipe cemerlang yang penuh vitalitas hidup.

A R I E S

21 Maret – 20 April
Peringkat 9 : Perlu dipantau agar gairah kehangatannya tidak berlebihan.
Antusiasme dalam diri membuat gairahnya selalu berkobar untuk ber-”petualang” dalam segala hal. Bagi beberapa zodiac tertentu, Aries adalah tipe yang hangat dalam hubungan interaksi.

L E O

23 Juli – 22 Agustus
Peringkat 10 : Kesetiaannya diliputi ego yang tinggi. Egonya yang tinggi membuat kesetiaannya sangat berpamrih, yaitu rela mengalah dalam banyak hal untuknya. Bagi beberapa zodiac tertentu, Leo adalah tipe yang “menawan” namun keras kepala serta cemburu tanpa alasan yang jelas.

S C O R P I O

23 Oktober – 22 November
Peringkat 11 : Tak akan membiarkan setiap godaan lewat begitu saja.
Godaan bisa berarti perhatian baginya dan jarang diabaikannya. Scorpio senang menjadi populer sebagai si pecinta ulung. Bagi beberapa zodiac tertentu, Scorpio adalah tipe pecinta yang ekspresif.

P I S C E S

20 Februari – 20 Maret
Peringkat 12 : Si Peselingkuh yang mengaku setia.
Demikian romantis dia, perselingkuhan adalah nuansa indah dalam hidupnya.

Terry-Syahadat Cinta (OST. Film Syahadat Cinta)

Filed under: Lirik Lagu Indonesia Populer — perycantiq @ '9:49:pm'

Tak mudah mencari cinta
sempurna temukan mata air
Disaat dahaga ku lakukan apa saja
tuk raih yang kudamba

Syahadatmu adalah syahadat cinta
penuh pengorbanan dan air mata
semerbak mewangi suci dan murni
menuju taman cinta

Jika rembulan tiada bersinar
cukup wajahnya gantikan
karna hati melebihi cantik parasnya

Kebahagianku bukan khayalan
Jika hati penuh keyakinan
kemuliaan yang dinanti
akan datang menjelang

Syahadatmu adalah syahadat cinta (syahadat cinta)
penuh pengorbanan dan air mata
semerbak mewangi suci dan murni
menuju taman cinta

Jika rembulan tiada bersinar
cukup wajahnya gantikan
karna hati melebihi cantik parasnya

Kebahagianku bukan khayalan
Jika hati penuh keyakinan
kemuliaan yang dinanti
akan datang menjelang

Oo.. kebahagianku bukan khayalan
Jika hati penuh keyakinan
kemuliaan yang dinanti
akan datang menjelang

akan datang menjelang……..

akan datang menjelang

August,2008

Aisyah,ra

Filed under: Cerpen — perycantiq @ '9:49:pm'

Aisyah,ra
Seorang gadis kecil periang berumur sembilan tahun sedang gembira bermain-main dengan teman-temannya. Rambutnya awut awutan dan mukanya kotor karena debu. Tiba-tiba beberapa orang yang sudah agak tua muncul dari sebuah rumah di dekat situ dan datang ke tempat anak-anak tadi bermain-main. Mereka lalu membawa anak gadis itu pulang, memberinya pakaian yang rapi, dan malam itu juga, gadis itu dinikahkan dengan laki-iaki paling agung di antara manusia, Nabi ummat Islam. Suatu penghormatan paling unik yang pernah diterima seorang wanita. Aisyah adalah salah seorang putri tersayang Sayidina Abu Bakar ra, sahabat Nabi yang setia, yang kemudian menggantikan Nabi sebagai Khalifah Islam yang pertama.
Aisyah ra. lahir di Mekkah 614 Masehi, delapan tahun sebelum permulaan zaman Hijrah. Orangtuanya sudah memeluk agama Islam. Sejak mulai kecil anak gadis itu telah dididik sesuai dengan tradisi paling mulia – agama Islam – dan dengan sempurna dipersiapkan dan diberinya hak penuh untuk kemudian menduduki tempat yang mulia. Ia menjadi istri Nabi selama sepuluh tahun. Masih muda sewaktu dinikahkan dengan Nabi, tetapi ia memiliki kemampuan sangat baik sehingga dapat menyesuaikan diri dengan tugas barunya. Kehadirannya membuktikan bahwa ia seorang yang cerdas dan setia, dan sebagai istri, sangat mencintai tokoh dermawan paling besar bagi umat manusia.
Di seluruh dunia, ia diakui sebagai pembawa riwayat paling otentik bagi ajaran Islam seperti apa yang telah disunahkan oleh suaminya. Ia di anugerahi ingatan yang sangat tajam, dan mampu mengingat segala pertanyaan yang diajukan para tamu wanita kepada Nabi, serta juga mengingat segenap jawaban yang diberikan oleh Nabi. Diingatnya secara sempurna semua yang disampaikan Nabi kepada para delegasi dan jemaah di masjid. Karena kamar Aisyah itu bersebelahan dengan masjid, dengan cermat dan tekun ia mendengarkan dakwah, ta’lim, dan mudzakarah Nabi dengan para sahabat dan orang-orang lain. Ia mengajukan juga pertanyaan-pertanyaan kepada Nabi tentang soal-soal yang sulit dan rumit sehubungan dengan ajaran agama Islam. Hal-hal inilah yang menyebabkan ia menjadi ilmuwan dan periwayat yang paling besar dan paling otentik bagi sunnah Nabi dan ajaran Islam.
Aisyah tidak ditakdirkan hidup bersama-sama dengan Nabi untuk waktu yang lama. Pernikahannya itu berlangsung hanya sepuluh tahun saja. Tahun 11 Hijrah, 632 Masehi, Nabi wafat dan dimakamkan di kamar yang dihuni Aisyah. Nabi digantikan oleh seorang sahabat yang setia, Abu Bakar ra, sebagai khalifah islam yang pertama. Aisyah terus menduduki urutan pertama, dan setelah Fathima ra. meninggal dunia di tahun 11 Hijrah, Aisyah dianggap sebagai wanita yang paling penting di dunia Islam. Tetapi ayahnya, Abu Bakar, tidak berumur panjang. Ia meninggal dunia dua setengah tahun setelah wafat Nabi. Selama kekuasaan Umar al-Faruq, khalifah yang kedua, Aisyah menduduki posisi sebagai ibu utama di seluruh daerah-daerah Islam yang secara cepat makin meluas. Orang datang untuk meminta nasihat-nasihatnya yang bijaksana tentang segala hal yang penting. Umar terbunuh dan kemudian Khalifah Usman. Dua peristiwa kesyahidan tersebut telah mengguncangkan sendi-sendi Islam, dan menjurus kepada perpecahan yang tragis di kalangan umat Islam. Keadaan itu sangat merugikan agama yang sedang menyebar luas dan berkembang dengan cepat, yang pada waktu itu telah menjalar sampai ke batas pegunungan Atlas di sebelah Barat, dan ke puncak-puncak Hindu Kush di sebelah Timur. Aisyah tidak dapat tinggal diam sebagai penonton dalam menghadapi oknum-oknum pemecah-belah itu. Dengan sepenuh hati ia membela mereka yang menuntut balas atas kesyahidan khalifah yang ketiga. Di dalam Perang Unta, suatu pertempuran melawan Ali, khalifah yang keempat, pasukan Aisyah kalah dan ia terus mundur ke Madinah di bawah perlindungan pengawal yang diberikan oleh putra khalifah sendiri. Beberapa orang sejarawan yang menaruh minat terhadap peristiwa itu, baik yang Muslim maupun yang bukan, memberikan kritik kepada Aisyah dalam pertempuran melawan Ali. Tetapi tidak seorang pun yang meragukan kesungguhan hati dan keyakinan Aisyah untuk menuntut balas bagi darah Usman.
Aisyah menyaksikan berbagai perubahan yang dialami oleh Islam selama tiga puluh tahun kekuasaan khalifah yang saleh. Ia meninggal dunia tahun 678 Masehi. Ketika itu kekuasaan berada di tangan Muawiyah. Penguasa ini amat takut kepada Aisyah dengan kritik-kritiknya yang pedas berkenaan dengan negara Islam yang secara politis sedang berubah itu. Ibu Utama agama Islam ini terkenal dengan bermacam ragam sifatnya kesalehannya, umurnya, kebijaksanaannya, kesederhanaannya, kemurahan hatinya, dan kesungguhan hatinya untuk menjaga kemurnian riwayat sunnah Nabi. Kesederhanaan dan kesopanannya segera menjadi obor penyuluh bagi wanita Islam sejak waktu itu juga. Ia menghuni ruangan yang berukuran kurang dari 12 X 12 kaki bersama-sama dengan Nabi. Ruangan itu beratap rendah, terbuat dari batang dan daun kurma, diplester dengan lumpur. Pintunya cuma satu, itu pun tanpa daun pintu, dan hanya ditutup dengan secarik kain yang digantungkan di atasnya.
Selama masa hidup Nabi, jarang Aisyah tidak kekurangan makan. Pada malam hari ketika Nabi mengembuskan napasnya yang terakhir, Aisyah tidak mempunyai minyak Waktu Khalifah Umar berkuasa, istri dan beberapa sahabat Nabi mendapatkan tunjangan yang cukup besar tiap bulannya. Aisyah jarang menahan uang atau pemberian yang diterimanya sampai keesokan harinya, karena semuanya itu segera dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya. Pada suatu hari di bulan Ramadhan, waktu Abdullah ibn Zubair menyerahkan sekantung uang sejumlah satu lakh dirham, Aisyah membagikan uang itu sebelum waktu berbuka puasa.
Aisyah pada zamannya terkenal sebagai orator. Pengabdiannya kepada basyarakat, dan usahanya untuk mengembangkan pengetahuan orang tentang sunnah dan fiqh, tidak ada tandingannya di dalam catatan sejarah Islam. Jika orang menemukan persoalan mengenai sunnah dan fiqh yang sukar untuk dipecahkan, soal itu akhirnya dibawa kepada Aisyah, dan kata kata Aisyah menjadi keputusan terakhir. Kecuali Ali, Abdullah ibn Abbas dengan Abdullah ibn Umar, Aisyah juga termasuk kelompok intelektual di tahun-tahun pertama Islam.
Ibu Agung Agama Islam ini mengembuskan napas yang terakhir 17 Ramadhan, 58 Hijriah (13 Juli, 678 Masehi). Kematiannya menimbulkan rasa duka terutama di Madinah dan di seluruh dunia Islam. Aisyah rha. bersama Khadijah ra. dan Fathima az-Zahra ra. dianggap sebagai wanita yang paling menonjol di kalangan wanita Islam. Kebanyakan para ulama menempatkan Fathimah ra. di tangga teratas, diikuti oleh Khadijah ra, dengan Aisyah ra sebagai yang terakhir. Tapi ulama ibn Hazim malah menempatkan Aisyah ra. nomor dua sesudah Nabi Muhammad SAW, di atas semua istri, sahabat, dan rekan-rekannya. Menurut Allama ibn Taimiya, Fatima-lah yang berada di tempat teratas, karena ia itu anak tersayang Nabi, Khadijah itu agung karena dialah orang pertama yang memeluk agama Islam. Tetapi, tidak seorang pun yang menandingi Aisyah mengenai peranannya dalam menyebarluaskan ajaran Nabi.
sumber: http://sahabatnabi.0catch.com/aisyah.htm

August,2008

Kisah Si Penipu

Filed under: Cerpen — perycantiq @ '9:49:pm'

Ini adalah sebuah cerita tentang kebodohan. Dan si bodoh itu… menyesal sekali, akulah orangnya!
Di hari minggu pertama aku pindah sekolah ke SMA di kota kecil ini, entah kenapa hari-hari berlalu dengan sangat membosankan. Terutama bagiku yang sudah biasa menghadapi hal-hal penuh kejutan di kota asalku dulu. Tiba-tiba aku punya ide gemilang.
Begini, aku akan punya saudara kembar! Itu sih impossible memang karena aku ini sebenarnya anak tunggal. Tapi enak rasanya membayangkan punya saudara kembar. Pasti asyik nanti.
Besoknya.
“Hei, Scott! Pinjem pe-er dong! Elu kan biasanya bikin.” teriak Jeff si biang keributan kelas begitu aku nongol dari balik pintu kelas. Aku pura-pura kaget, lalu memandang wajahnya seolah-olah baru pertama kali bertemu.
“Ngapain lu liat-liat? Gue kan bukan cewek?” kata Jeff tidak sabar. “Ayo sini pe-ernya!”
Aku melangkahkan kaki ke arahnya, lalu sambil merogoh isi tas aku berkata pelan, “Ssst! Jangan kaget, ya? Gue bukan Scott.”
Tiba-tiba Jeff tertawa keras sekali. Aku sampai kaget.
“Huahaha! Gue tau koq. Elu Superman, kan? Huahaha! Kalo gue Batman. Gimana, mau adu kekuatan?”
“Hei, gue serius! Gue ini Michael, sodara kembarnya Scott! Hari ini gue terpaksa ngegantiin dia soalnya Scott lagi ada urusan penting!” kataku dengan tampang serius. Sebetulnya aku juga ingin tertawa sekeras mungkin seperti Jeff tadi tapi itu berusaha kutahan. “Ngomong-ngomong, elu ini siapa?”
Sekarang Jeff melongo dengan tampang takjub. (more…)

Nokhtah Hati..

Filed under: Cerpen — perycantiq @ '9:49:pm'

Astaghfirullah al-’Azim

Hanya itu satu-satunya kata yang terucap di mulut Aan dibarengi rasa kaget saat melintas di sisi mobil mewah itu. Ia ingin menoleh sekali lagi ke belakang dan menghentikan langkahnya untuk memastikan apa sesungguhnya yang terjadi. Tapi itu tidak mungkin ia lakukan. Tidak perlu ia pastikan lagi karena tadi memang sudah jelas walau agak remang bercahayakan lampu jalan. Sudah jelas yang di dalam mobil itu adalah Aini alias Siti Erawati Husnaini

Dia tetap melangkah dengan sejuta tanya di dalam benaknya sambil menanti bis kampus melewatinya. Rasanya tidak masuk di akalnya gadis itu melakukan perbuatan sehina itu. Mungkinkah aktivis da’wah kampus sekaliber dia melakukan perbuatan sejelek itu. Perbuatan yang jelas-jelas dilarang agama. Jelas sekali di matanya ketika ia melewati mobil itu tadi Aini sedang berbisik mesra dan kemudian dicium keningnya oleh seorang lelaki yang ia yakini lelaki itu bukan muhrim atau suaminya. Aini belum menikah. Dia tahu persis tentang gadis itu. Dicium? Rasanya tidak mungkin..! Di mana harkat wanita yang selalu dia isukan dalam setiap diskusi? Bukankah perbuatan seperti ini akan merendahkan harga dirinya sendiri? Atau…selama ini Aini hanya bertopeng dengan jilbabnya yang lebar dan panjang? Hapalan haditznya yang se-hardisc. Kegiatan agamanya yang selalu padat. Wah..kejadian ini benar-benar mencuri naluri keingintahuannya. Tapi…untuk apa? Bukankah itu urasan pribadi Aini?

Ia terus melangkah menyisiri trotoar kampus kebanggan tanah Melayu itu. Pemuda yang bernama lengkap Budiman Zulkarnaen itu memang sangat suka menelusuri jalanan di kampus ini. Ia suka dengan suasana yang masih alami. Pohon-pohon nan rindang masih menjadi payung penghuninya ketika panas datang. Tapi kini tak lagi panas karena magrib baru saja berlalu. Tapi beginilah kampus ini, datangnya malam tak menghentikan detak nadinya. Fakultas masih ramai dengan mahasiswanya. Kantor-kantor administrasi masih dipenuhi para karyawan. Kelas masih merdu dengan ayat-ayat ilmu dari para dosen. Bis kampus belum berhenti tuk mengangkut para pengembara pengetahuan yang bergerak dari satu fakultas ke fakultas lain. Mobil dan motor masih sibuk menggelindingkan rodanya. Mungkin inilah cermin dinamika sebuah peradaban haus ilmu.

Akhirnya sampailah ia di tempat perhentian bis kampus di mana ia biasa menunggu. Di depan perpustakaan kampus yang juga tercatat sebagai perpustakaan terbesar di Asia Tenggara. Di sana sudah ada beberapa mahasiswa lainnya yang sedang menunggu. Mereka ini tetntu adalah yang segolongan dengan dirinya. Segolongan karena sama-sama tidak memiliki kendaraan pribadi. Tak ada motor apalah lagi mobil. Tapi baginya menunggu bis di kampus ini adalah kesengan tersendiri dalam mengukir sebuah memori. Rasanya tak cukup sepuluh buku diari tuk menceritakan kisah yang terlewati di dalam kampus ini khusunya perjalanan hari menanti bis kampus. Tapi bagi dia biarlah semua itu terukir di jejak memori langkahnya.

Lima menit kemudian bis yang ditunggu datang, tapi bukan bis kampus yang ia nanti namun bis umum yang bernama RapidKL. Bis umum yang mengangkut mahasiswa UKM yang tinggal di luar kampus. Niatnya untuk menuju fakultasnya di Fakultas Pendidikan untuk menemui dosennya ia batalkan. Fakultas Pendidikan berjarak sekitar tiga kilo meter dari perpustakaan Tun Seri Lanang tersebut. Dengan bis itu ia kemudian memilih pulang ke kos alias Rusun di Hentian Kajang. Di daerah inilah para pelajar asal Indonesia tinggal bersama TKI dan PATI alias Pendadatang Asing Tanpa Izin. PATI sesungguhnya hanya pemanis mulut dari kata Pendatang Haram sebagai sebutan untuk para TKI yang datang tanpa dokumen yang sah. Tapi memang agak sulit menetukan mana yang pati dan mana yang tidak. Tapi apa pun sebutan itu yang jelas mereka adalah anak bangsa Indonesia yang mencoba hidup di negeri tetangga ini. Mereka sesungguhnya sedang mencari suaka hidup. Mereka terusir dari negeri yang katanya subur. Mereka lari dari perbantahan para negarawan dan politisi yang katanya memperjuangkan hak rakyat. Meraka merasa tak lagi nyaman di negeri mereka sendiri. Mereka terjajah di negeri sendiri oleh bangsa sendiri. Ah sudahlah…

Assalamua’laikum…”

Wa’alaikum salam

“ Anti kekampus gak tadi? Eh..ketemu Aini gak?”

“Mmm…tadinya iya sih… tapi katanya mau ke perpus. Jadi aku pulang duluan. Emang napa?” Tanya Anti, teman akrab Aini. Mendengar jawaban ini berdesir darah Aan karena dugannya tidak salah. Tidak salah itu adalah Aini. Haruskah ia beri tahu Anti?

“Halooo….. gimana see? Kok diam. Emang ada apa An?”

“Mmm…gak see. Mmm..gak tanya aja. Makasee ya Nti..” Jawab Aan seadanya

“Ya udah…rindu ya… haaa…. M’laikum” Pungkas Anti sambil menutup hanfon nya di seberang sana. Bagi Aan ledekan Anti tadi tidak lagi menjadi soal. Banyak memang gosip yang beredar bahwa dirinya sedang menaruh hati ke Aini. Tapi itu tidak mungkin. Aini adalah aktivis kampus yang cantik, alim, cerdas, rajin, dan sudah tentu menjadi dambaan setiap aktivis kampus lelaki. Dia sadar bahwa dirinya tidak sealim Wahab, Azwar, Rianto, Nurdin, dan beberapa aktivis kampus lainnya. Dirinya aktivis kampus yang sering di cap liberal oleh teman-temannya. Dia tidak memanjangkan jenggot, atau memakai baju gamis. Baginya hubungan pertikal ke Tuhan tidak perlu di lambangkan dengan apa pun termasuk kopiah haji atau baju gamis. Tapi harus dilakukan dengan benar. Menurut pemahamannya yang dangkal itu bahwa baju gamis adalah kebudayaan orang Arab. Jadi orang non muslim di Arab pun memakai baju tersebut. Menurutnya sekarang banyak orang yang salah memahami makna beragama dan ber-Tuhan. Ketaqwaan tidak bisa disimbolkan dengan hanya berbaju gamis dan berjenggot panjang. Bagaimana dengan Aini? Berjilbab panjang. Tapi…

Teka-teki Aini ternyata tidak hanya dirasakan oleh Aan. Beberapa teman sekampusnya juga pernah menyaksikan hal yang sama. Tapi mereka saling menjaga rahasia dan salaing mencari kepastian. Dua minggu sudah berlalu dari kejadian itu namun titik terang pemastian dugaan itu belum juga terkuak. Pertanyaan yang harus dibuktikan adalah benarkah gadis itu Aini? Tidak boleh menuduh tanpa bukti yang kuat. Ia harus mentaati aturan main hukum yaitu praduga tak bersalah. Jadi dugaan pertamanya harus positif bahwa Aini tak bersalah. Inilah hukum yang terkadang dijadikan tameng bagi pelanggar hukum. Banyak anggota DPR RI yang melakukan tindak korupsi berlindung di balik praduga tak bersalah. “Buktikan dulu” Kata mereka. Ya siapa yang bisa membuktikan wong buktinya sudah dimusnahkan tterlebih dahulu. Jadilah kasus korupsi di Indonesia seperi kentut. Bau busuk ada tapi tak kelihatan.

“Aku harus menangkap basah Aini” Dalam hatinya. Tapi untuk apa? Apa pedulinya? Kalau pun ia berhasil menangkap basah Aini, akan diapakan? Haruskah ia mempermalukan temannya sendiri? Rasanya tidak bijak. Tapi di sisi lain ia juga harus saling mengingatkan. Aini harus diingatkan. Masih bersyukur yang mengetahui kasus ini hanya dirinya dan dua atau tiga orang lainnya, bagaimana jika seluruh mahasiswa Indonesia tahu? Bukannkah ini akan mencoreng nama organisasi, agama dan bangsa. Ini harus di cegah. Negara Indonesia telah terlalu banyak tercoreng oleh tangan-tangan anak bangsanya sendiri. Muka negeri itu telah terkoyak oleh noda-noda hitam kejahatan. Bahkan di negeri Melayu ini, Ibu Pertiwi tidak labih nilainya dari sebuah negeri buruh. Aini tidak boleh menambah daftar kelam ini. Paling tidak inilah alasan Aan tuk mengingatkan Aini. “Maafkan aku Aini..” dalam hatinya.

Seperti yang telah ia rencanakan sendiri, sore ini ia kan mengungkap ‘kejahatan’ Aini. Sudah tiga minggu terakhir setiap malam minggu Aini selalu datang ke perpustakaan ini dengan cowok. Ia harus buktikan dan mungkin inilah cara untuk menyelamatkannya. Paling tidak dia tidak ingin gadis itu jatuh ke dalam jurang yang telalu dalam. Paling tidak masih bisa diselamatkan. Ini bukan dengki atau berkeinginan menguak aib orang lain. Tidak. Ini salah satu dakwah mencegak perbuatan amar ma’ruf nahi munkar. Mudah-mudahan Aini mampu memahami niatnya.

Lima belas menit ia menuggu, tepatnya pura-pura menuggu bis di halte bis itu, apa yang ia tunggu benar-benar datang. Sebuah sedan mewah yang dulu ia lewati berhenti sekitar 20 meter dari halte. Nampaknya usahanya kali ini tak kan sia-sia. Remang lampu jalan mampu memberikan cahaya untuk melihat dari jauh siapa yang ada di dalam mobil itu. Aa tidak ingin aksinya diketahui dengan pura-pura melihat mobil lain. Ia lihat seperti biasa di dalam mobil itu ada dua orang, laki-laki dan perempuan. Itu pasti Aini dan Mr. X. Tak lama kemudian aksi dimulai. Si Mr. X melakukan hal yang dulu peranah ia lihat. ““Astaghfirullah al-’Azim” dalam hatinya. Tak lama kemudian mereka kelur dari mobil dari pintu yang berbeda. Perhatiannya dia coba alihkan ke Mr. X. Wow…bukan orang melayu tapi berpostur Arab. Luar biasa. Tapi memang sepadan dengan Aini yang juga tinggi semampai, berjilbab besar dan panjang. Jika Aini memakai cadar atau orang Arab menyebutnya niqob, pasti tak ada yang tahu Aini anak Jawa Barat. “Aku harus beraksi..” Aan menguatkan diri.

Setelah mengunci mobil mereka pun akan menyebrang jalan dari tempat parkir mobil yang ada disisi lain jalan itu. Perpustakaan itu berada di sisi kanan jalan sementera mereka parkir di sisi kiri jalan. Aini langsung saja menyambar tangan si Mr. X tanpa ragu. Wow..seperti suami istri yang sudah menikah puluhan tahun. Si Mr. X pun tidak memegang tangan Aini tapi malah merangkul bahunya mesra. Lagi-lagi Aan ber-isitighfar dalm hati.

“Aini, tunggu….” Teriak Aan sebelum mereka melangkah menyebrang jalan. Orang yang dipanggil pun menoleh namun tampak bingung. Aan jalan terus mendekat kearah mereka. Mencoba tenang dan wibawa, Aini dan lelaki itu pun tak melangkah. Mr. X masih saja merangkul bahunya. Aan tak peduli, ia terus mendekat. Tapi sempat gentar juga dalam hatinya. Jika Cowok itu marah dan memukulnya nanti pasti berabe. Rasanya jauh lebih besar dari dirinya. Jangkung dan kokoh. Aini yang menurut ukuran orang Indonesia sudah semampai saja dengan enak dirangkul bahunya.

Masih tersisa beberapa meter di hadapan Aan, tiba-tiba bis RapidKL melintas dan berhenti di halte tersebut. Aan tak peduli. Dia tidak sedang menuggu bi situ, tapi mau meyelesaikan urusan yang lebih penting. Urusan meyelamatkan nama baik bangsa dan agama. Dia tidak ingin si Arab ini menginjak-nginjak harga diri gadis negerinya.

“Anda panggil kita?” Tanya Aini.

“Aini…kamu lupa aku?” Tanya Aan heran. Masak Aini lupa dirinya? Wah gawat nih. Mentang-mentang dengan pacarnya, Aini pura-pura tidak tahu dengan dirinya.

‘Aini..? apa awak cakap?” Tanya Aini lagi. Aan tambah bingung dan mulai kesel. Tapi dia tidak boleh cepat naek darah. Ia harus sabar menghadapi sandiwari Aini. Sekarang Aini telah berbahasa Melayu. Namun beberapa saat kemudian….

“An…hei…lagi ngapain?” Suara itu mucul dari belakangnya. Dari salah seorang yang baru saja turun dari bis RapidKL. Ia hapal suara itu.

“Antum gak ikut rapat PPI ya? Kok masih di sini? Suara itu semakin mendekat.

Aan terpaksa menoleh ke sumber suara.

“Subhanallah…Aini…?” Aan kaget luar biasa. Kagetnya Aan juga diikuti kaget dua orang yang ada dihadapannya. Aini pun kaget tidak ketulungan.

“Bagaiman bisa kita mirip seperti ini..?” teriak Aini kaget dan sekali lagi memperhtikan wanita yang ada dihadapannya.

“Masya Allah… Allahu Akbar…ini kuasa Tuhan” Jawab Mr. X yang baru saja melepaskan tangannya dari bahu “Aini”.

“Kenalkan, ini isteri saya Nurul. Saya Fazli..” Mr. X memperkenalkan isteri dan dirinya dengan logat Melayu totok. Kemudain mereka saling berjabat tangan. Kecuali Aini tentunya yang tak mau menjabat tangang Fazli. Aan salah, bukan orang Arab tapi nampaknya orang Melayu keturunan India plus Arab.

“Saya Aini, Ni teman saya Aan. Kami dari Indonesia…, kita mirip ternyata.” Balas Aini sambil berjabat tangan dengan Nurul saudara ‘Kembarnya”.

“Wah..malam ini saya dapat dua..hhhaaa….” Jawab Fazli, Encik Fazli berseloroh ramah. Aan masih saja senyum-senyum melihat kejadian ini. Ia seakan tak percaya. Kalu lah ini bukan kuasa Tuhan, mungkin ia akan protes. Bagaimana mungkin Aini mirip persis Nurul bak ping dibelah dua.

“Oh..ya kami ke perpus dulu ya. Saya buat master di FSSK. Bila da kelapangan kita berbual lagi…” Pamit Nurul.

“Ni kad nem saya. Boleh kol saya bila-bila. Ok. Asslamu’alaikum” sambung Encik Fazli setelah menyerahan kartu namanya ke Aan yang masih saja senyum-senyum sendiri. Bingung, seakan tak pecaya, dan entah apa lagi yang ia rasakan.

Wa’alaikum salam” Jawab Aan dan Aini serentak. Menyaksikan dua suami istri itu menyebrang jalan dengan bergandeng tangan.

“Hoi…jangan diliatin. Mereka halal lagi… dosa lamaan liatnya” Bentak Aini melihat Aan yang masih saja senyum-senyum melihat kedua orang itu.

“Eh Aini aku minta maaf ya…”

“Maaf apaan. Iya nih lho udah telat rapatnya. RapidKL udah gak ada lagi loh. Udah pegi sana. Ana mau temui teman dulu di perpus. Nanti hasil rapatnya muat di milis ya…Ok. Moga sukses. Asslamu’alaikum

Waalaikumsamal” Jawab Aan sambil melangkah menuju halte sambil menuggu RapidKL selanjutnya. Aini pun melangkah menuju perpustakaan tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

“Aini… moga ini bukan bagian dari dosa. Aku yakin suatu saat nanti kan kucetirakan ini pada mu… Maafkan aku, Aini”…(Bhn)

Malaysia, 7 Agustus 2008 (o1:13)

Sekolah BaruKu..

Filed under: Cerpen — perycantiq @ '9:49:pm'

-sekolah baruku-

Aku sebenernya ga mau sekolah di sini. Banyak alasan aku ga mau ; pertama, tempatnya jauh di luar kota. Kedua, aku banyak punya temen akrab di es-de,sehingga berat berpisah dengan mereka. Ketiga, akupun sudah janjian mo masuk es-em-pe negri di dekat rumahku. Keempat, ini yang paling berat, karena, aku ga suka banget masuk asrama. Karena sekolah baruku ini berasrama alias pesantren. Baru denger kata pesantren aja aku dah ga suka, apalagi sekolah di sana. Nggak kepikir sama sekali, ngimpi aja nggak. Ih, amit-amit…jijay…! tapi apa boleh baut et buat, bunda-ku terkasih maksa aku terus setiap hari agar aku mau masuk pesantren. Maju terus pantang mundur, begitu mungkin semboyannya. Padahal aku sudah sampaikan keberatanku, seribu lima belas alasan kuberi, tapi, ya gitu lah, bunda-ku ga mo denger alasanku lagi. Lagian siapa yang mo sekolah pake maksa-maksa segala…ah, bundaku sayang… sayang sekali… sekali sayang…sayang disayang… sayang bundaku…hehe…kok jadi ginee ya…?!

“Kamu coba dulu aza Fi, kamu pasti suka…!” begitu bundaku membujuk. “sekolahnya keren lo Fi…” tambahnya sambil membelai rambutku dan menyerahkan brosur sekolah.

“Ughh…! gombal…!” batinku. “sa bodo teuing…” brosur itu kuambil untuk menyenangkan bundaku dan kuletakan begitu saja di meja. Setelah bunda berlalu kuambil brosur itu dan kucabik-cabik sedemikian rupa, kutumpahkan rasa kesalku, terus kucabik dan kucabik hingga berubah wujud jadi potongan kertas kecil-kecil. Ho-ho-ho hebatnya aku. Aku puas rasanya.

Hari ini aku akan tes seleksi, mestinya sih pekan lalu, tapi karena bundaku ada acara mendadak sama nenek, akhirnya tes hari ini deh, gelombang kedua. Bagi bunda malah lebih seneng dia, karena lokasi tesnya di Depok, jadi lebih dekat, karena tes gelombang pertama di Subang, tempat lokasi sekolah itu. Aku ga siap apa-apa, alat-alat tulis juga bunda semua yang nyiapin, apa lagi mo baca-baca segala, aku malah berharap ga lulus seleksi. Aku bener-bener ga mau sekolah ke sana. Titik. Tapi bundaku luar biasa gigihnya membujukku, hingga akhirnya hatiku luluh juga deh… hii, si Bunda emang luar biasa.

“Yah, itung-itung pengalaman deh… en nyenengin bundaku tercinta.” Ujar hatiku. Dah gitu tesnya juga susah lagi, selain tes akademik, ada juga tes baca qur’an, wawancara dan kesehatan. Aku ga mikirin bisa apa nggak. Pokoknya tes. tes. tes. tik. tik. titik.

Konyolnya lagi, dua minggu kemudian, ada telpon dari sekolah itu, bahwa aku diterima. Padahal pinginnya aku ga lulus seleksi aja. Kan aku jadi bisa masuk sekolah favoritku, es-em-pe negri dekat rumahku.

“Ugh…!” Kesel banget jadinya… “Huuuu…huuuu…huu… “ aku nangis bombay aja deh…”Bundaaaaa…! kenapa kau lakukan ini padaku huuu…, kau paksa aku hiiii, aku-kan bukan Siti Nurbaya yang dipaksa-paksa…haaaa….” Bunda diam aja, karena emang dia ga denger. Aku cuma nangis di kamar mandi. Tapi tidak dengan bundaku, senengnya minta amplop, eh, minta ampun. ia seneeeng banget denger pengumuman itu.

“Alhamdulillah, syukur kamu di terima Fi…, syukur…” bundaku malah sujud syukur segala.

“Uh, jadi sebel! Bunda begitu banget seeh! Ga tau perasanku.” Padahal perutku makin ngerasa mual en kepalaku jadi pusing tujuh keliling… “Lontoong, eh toloooong…!” aku jadi serba salah sekarang. Setelah itu mesti periksa darah dan ronsen paru-paru segala lagi “Ukh! “ Keluhku tak berkesudahan. jadi makin sebel aja jadinya…”Auoooo…. auoooo…. aku tarsan…siapa bisa tolong akuuuu… tolooong…!“

Ini hari pertama aku datang ke asrama. Ayah dan bundaku sudah nyiapin segalanya. Kemarin aku-pun diajak ke mall untuk membeli kebutuhan selama di asrama, en barang-barang yang harus dibawa. Jangan salah, sikapku masih tetap istiqomah. belum berubah, ga mau tinggal di asrama. Aku uda ngebayangin asrama yang sempit, kotor en jijay-lah pokoknya… murid-muridnya juga pada norak dan kampungan. Aku ga suka, aku ga sudi… tapi lagi-lagi bundaku, ia emang tipe ibu oke banget seh… Ia teruuus aja ngebujuk aku. Meski ia tau aku sangat tidak suka di asrama, tapi ia seakan menyihir ku untuk datang aja dulu, lihat ke sana dan … entahlah, pokoknya, aku ga suka, diajak survey-pun aku ga mau. Pokoknya aku ga mau, titik.

“Ga apa kalau sekarang kamu ga mau, tapi kamu ikut tes seleksi ya…?” gitu bunda ngebujuk aku. Nah itu anehnya, aku ga bisa menolak langsung di depan bunda. Dengan begitu akhirnya aku klenger juga dengan bujukan bunda yang bertubi-tubi itu, dan dalam hatiku akhirnya ada juga keinginan untuk nyoba dulu aja…

“Yes! Horeeee…!” Mungkin gitu kali teriak bunda ya…, setelah berhasil membujukku. Proses panjang tak kenal henti, luar biasa memang.

Perjalanan dari Jakarta ke Subang sekitar tiga setengah jam. Lumayan capek dan pegel-pegel badanku. Tapi ayah cuma senyam senyum aja sepanjang perjalanan. Kayaknya menikmati sekali perjalan itu. Emang sih, setelah keluar dari tol Sadang dan masuk ke Subang pemandangannya lumayan asik. Hamparan sawah, gunung membiru di kejauhan juga kerimbunan hutan karet. Tapi kenapa batang-batang pohonnya jadi miring-miring gitu. Aku males nanya ke ayah ato bunda-ku. Lagi sebel… tapi rasa ingin tauku terus meletup-letup. Eh pembaca ada yang tau ga ya? Kenapa batang pohon karet itu pada miring-miring gitu ya…?

Setelah melewati kota Subang pemandangannya lebih oke lagi. Jurang, tebing dan lembah. Sungai, pohon-pohon besar dan gunung. Gunung yang semakin dekat sungguh semakin indah dilihat. Jalanpun mulai menanjak. Udara mulai terasa sueeejuk. Khas udara pegunungan. Ayah sengaja membuka jendela mobil, hingga udara segar masuk dengan leluasa. Menjarah wajahku, mengeroyok rambutku sampe uwet-uwetan. Karena jilbab pemberian bunda aku masih simpan di tas. Aku emang ga suka juga pake jilbab. Ih, kuno baggget. Di kiri kanan rumah-rumah penduduk berderet di sepanjang jalan. Kadang di selingi dengan hamparan sawah atau kebun-kebun yang menghijau. Semakin menanjak pemandangan semakin asik. gunung di sebelah kanan ku sangat indah dengan warna hijau yang menyegarkan pandangan mata dan menenteramkan jiwa. emang, hati rasanya nyaman gitu.

Ga lama kemudian, setelah melewati rumah makan abah yang cukup besar itu, jalan-pun semakin menanjak, kira-kira seratus meter setelahnya ayah membelokan mobilnya ke kiri. Masuk ke gang sempit. Hanya seukuran satu mobil saja. Pasti repot deh kalo ada mobil yang berlawanan arah. Rumah-rumah berjejer di kiri dan kanan. Terlihat kesan kumuh dan tak beraturan. Tiba-tiba penyakitku datang lagi, pasti pesantrennya seperti rumah-rumah yang berderet di sisi jalan itu, pikirku dalam hati. Payah deh… Tapi tidak sampai lima menit tiba-tiba mobil berhenti.

“Ya kita sudah sampai!” Ayah berseru sendiri. Dan apa yang kulihat seperti mimpi saja layaknya, sebuah komplek dengan gedung-gedung megah bertebaran di beberapa bagiannya. Menara dan kubah masjid yang kekuningan terlihat cantik, dengan latar bukit hijau menjulang. Terlihat juga bangunan seperti villa di kakinya. Pasti ada sesuatu yang menarik di sana. Di depan masjid hamparan luas menghijau pohon manggah dan jeruk berderet rapi. Diselingi pohon pisang di beberapa bagian. Setelah melewati gerbang utama yang berwarna hijau daun padi, seorang satpam mendekati ayah dan menunduk di luar jendela mobil.

“Es-em-pe ya pa…? Tanyanya dengan senyum ramah meski kumisnya cukup tebal. Giginya putih, tapi dia pasti ga sadar kalo ada cabe merah di sela giginya itu. Hehe… habis sarapan nasi uduk ya pak satpam ledekku dalam hati. Ayah hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Lurus langsung pa…!” lanjutnya sambil memberi kode dengan tangannya agar ayah lurus ke depan. Kulihat bangunan dua lantai di sebelah kiri. Rupanya mini market dan klinik. Sedang atasnya entah apa. Sebelah kanannya lahan kosong yang hijau dengan tanaman buah. di sisi jalan bagian dalam kebun berderet pohon nanas dengan buah-buahnya yang besar-besar. Lebih besar dari nanas yang sering ku lihat di pasar. Ayah terus menyetir mobil perlahan, karena banyak pejalan kaki. Mereka pasti para pengantar seperti ayah dan bundaku juga. Kulihat juga beberapa anak putri seusiaku menjinjing tas ato menarik koper bawaan mereka. Mobil-mobil banyak berderet di sisi kiri jalan. Setelah melewati masjid, ayah memarkir mobil di depan aula. Sudah banyak juga mobil yang parkir. Wih keren juga ada aulanya. Begitu turun aku sempatkan mengintip ke dalam aula melalui jendela kaca, ternyata lapangan badminton.

“Horeee…!” Aku berteriak dalam hati. Berarti aku bisa main badminton sepuasnya di sini. Hehehe… Ayah segera menurunkan tas besar barang-barangku. Kami berjalan berbalik arah menuju asrama.

Aku memang seperti ga percaya dengan apa yang kulihat. Bukan apa-apa, tempat ini sama sekali tidak seperti yang aku bayangkan. Sebagai tempat yang sempit, kumuh dan norak. Karena aku emang blom pernah datang ke sini sebelumnya. Jangankan datang, melihat brosurnya saja aku ga sudi. Males. Tapi, begitu aku sampai di sini, dan melihat sendiri apa yang ada disini… hehehe… tapi aku mencoba menyimpan rasa ta’jubku di depan ayah dan bundaku. Jaim dong…

“Gimana Fi, suka ga di sini…?” Bunda bertanya, seperti tau apa yang sedang aku pikirin. Aku ga menjawab, karena tengah berusaha keras menahan senyum yang nyaris tak kuasa lagi kutahan. “Gimana? Kita balik aja!?” Tanya bundaku tiba-tiba.

“Jangan-jangan!” jawabku sepontan tanpa kusadari. Langsung kututup mulutku dengan empat jariku. Aku jadi malu sendiri terjebak dengan ucapan bundaku. Kulihat bunda cuma senyam-senyum saja penuh kemenangan. Terjebak kau.

“Ah, dasar bunda…!” ujarku dalam hati.

Kami terus berbelok kiri di depan gerbang utama yang tadi dilewati. Di sebelah kanan ada bangunan dua lantai lagi. Sepertinya gedung te-ka, alias taman kakek-kakek, eh taman anak-kanak maksudnya, karena ada mainan khas di halamannya. Ayunan, perosotan, de-el-el. Tapi di balkon atasnya ada spanduk bertulis

“SELAMAT DATANG PARA JUARA…!”

- di kampus smp it As-Syifa -

“Wis para juara…” Ulangku dalam hati. “Apa iya muridnya para juara…? aku juga dianggap juara? Seneng juga rasanya dibilang juara. Akan aku buktikan nanti…!” tekadku diam-diam. Aku jadi merasa ge-er sendiri. Darahku seperti terkesirap dan bulu kudukku merinding menantang langit.

Di bawah spanduk itu beberapa meja berjejer. Di atas setiap meja ada tulisan terbuat dari karton; resgistrasi, buku-buku, tanaman, baksos, asrama. Berarti aku harus daftar dulu ngisi absen, juga menyerahkan barang-barang yang dibawa. Ada tanaman hias, tanaman obat, buku bacaaan, barang2 baksos dan pembagian kamar asrama. Meski harus antri dan desek-desekan aku asik2 aja rasanya. Ga tau kenapa, mungkin aku emang sudah mulai suka kali ya…? iya kali…! hehehe…

Setelah beres, aku terus berjalan bersama bundaku. Sedang ayahku lebih memilih mampir di kantin bersama beberapa ayah lain untuk beristirahat. Banyak orang yang lalu lalang menuju ke arah asrama. Di sebelah kanan jalan, setelah bangunan TK ada kantin dan wartel. Sedang di sebelah kirinya musholah putri. Di depan wartel ada dua buah meja berpayung dengan tulisan teh sosro, mungkin sponsor kali ya…? empat bangku yang mengelilingi tiap meja sudah terisi semua. “Pasti keluarga yang tengah mengantar juga” pikirku. Aku dan bunda terus berjalan.

Di sebelah musholah hamparan sawah menghijau lumayan luasnya. Kira-kira seluas dua lapangan sepak bola dengan kontur agak berundak. latar belakang bukit hijau lumayan asik dilihatnya. Terus terang aku suka melihat pemandangan hijau di sini. Tepat di depan musholah ada selokan yang cukup dalam, yah kira-kira satu meteran lah dan lebarnya kira-kira dua meter.. Berkelok alami dengan semak-semak tumbuh di kedua sisinya. Enam buah pohon kelapa tumbuh menjulang di sisi kanan. Di bawah pohon kelapa itu ada dua anak lelaki yang tengah memancing. Airnya yang kecoklatan mengalir pelan, tapi jika musim panas, katanya, selokan ini kering Dan di atas batang pohon kelapa sejajar, ada lagi spanduk dengan tulisan lebih keren;

“SELAMAT DATANG DI KAMPUS 1001 MALAM”

Sama dengan spanduk pertama, warnanya juga ngejreng. Paduan warna biru muda, hitam dan biru tua boleh juga tuh…

“Seribu satu malam, apa lagi neh?” Tanya hatiku. “Kayak Ali Baba en aladin aja. Di negri dongeng yang penuh mimpi. Naik karpet terbang, lampu ajaib dan jin botak” Benar, menurut panitia, kata 1001 malam mengandung tiga pesan yang ingin disampaikan. pertama 1001 malam selalu identik dengan dunia khayal, imajinasi dan mimpi. Di kampus ini kita akan merajut mimpi besar kita tentang kebangkitan ilmu dan peradaban islam. Bukankah masa depan selalu berawal dari mimpi? Gitu katanya. Kedua, 1001 malam menurut bukti sejarah adalah penjelasan tentang kota Bagdad yang penuh pesona. Pusat ilmu, pengetahuan, budaya dan peradaban. Dan itu adalah gambaran sangat jelas satu peradaban yang dibangun oleh umat Islam. Di kampus ini kita akan memulai langkah baru untuk merebut cahaya islam yang hilang itu. “Wih, keren juga ya…?” gumamku. Dan ketiga, 1001 malam dilihat dalam dimensi waktu. 1001 malam bisa berarti juga waktu selama tiga tahun. Artinya, para murid akan di asrama selam tiga tahun lamanya. Di masa itulah mereka akan menemukan pengalaman2 baru yang luar biasa. “hehehehehe…” aku cuma terkekeh panjang. “ Bisa aja panitia ya…?!”

Di depan asrama ada panitia lagi yang sudah menunggu.

“Asalamualaikum, selamat datang bu di as-syifa…” kata salah seorang panitia dengan ramah. Senyumnya ga putus-putus mengembang. Kulihat tulisan di name tag; Nanang di dada kirinya. Itu pasti artinya nama panitia itu Nanang.

“Nanang, namanya Nanang.”Ulangku dalam hati. Kayaknya aku pernah denger nama ini, dimana ya…? “O iya, nama tetangga nenekku yang sukanya manjat pohon itu. Kadang kalo ga ada pohon ia manjat tiang listri. Badannya akan gatal-gatal kalo sehari saja ga manjat pohon ato tiang listrik.

“Wa alaikum salam…!” bundaku menjawab. “Kalo Andalusia yang mana ya Pak…?” Tanya bunda lagi. bundaku memanggil bapak pada panitia yang imut itu. Ia memberi isyarat pada teman disebelahnya.

“Mari bu ikut saya…! Kata panitia lain sambil berjalan mendahului. Aku dan bunda mengikuti menapaki jalan berbatu. Ternyata asrama Andalusia ada di sebelah asrama yang pertama. Asrama pertama namanya cordova dan asrama dua andalusia. Masing-masing bangunan tiga ruang dan dua lantai. Jadi ada enam ruang. Bangunannya mirip, Masing2 dengan gaya bangunan oke lah. Bagus gitu maksudnya. Di dalam kamar, sudah ada beberapa orang, ada tempat tidur tingkat dari besi berjejer. Begitu juga lemari-lamari kayu. Aku masuk ke kamar dan mengatur semua barang2 bersama bunda. Memasang sprei, merapikan pakaian dalam lemari, juga buku-buku pelajaran.

“Gimana, kamu suka disini..?” bunda bertanya lagi menegaskan. Aku ga menjawab, cuma senyum aja lebaaar. Maksudku aku suka di sini. “Bagus lah kalo kamu suka. Bunda bilang juga apa….” Bunda senyum puas sepertinya. Ah, selama ini aku nyusahin bunda ya. Baru nyadar aku…maaf ya bunda. Plis bunda maaf ya…! anakmu yang penuh…

Aku dan bunda keluara kamar. Pandanganku lurus ke depan, dan aku baru ngeh, di depanku ada bangunan lain yang ga kalah oke. Bangunan berbentuk leter L itu adalah sekolah. Halamannya luas. Semua tertutup paping blok. Tebing2 ditumbuhi rumput, hijau… bagian atas tebing itu ditumbuhi bunga warna warni. Aku ga tahu bunga apa. Di bagian pemisah paping blok dengan rumput ada juga bunga-bunga lain yang bunganya lebih semarak lagi. Hal itu menambah aneka warna taman sederhana di sisi halaman sekolah.

Ada garis-garis kuning dan hitam di depan halaman itu. Yang kuning sepertinya line lapangan basket. Sedang yang hitam garis lapangan badminton.

“Wih, asik bunda, di sini ada lapangan basket juga.!” Seruku gembira. Bunda hanya tersenyum. Lalu menarik lenganku berjalan menaiki tangga menuju halaman sekolah.

Sampai di tengah halaman sekolah, matanya memutari tiap sudut depan sekolah. Pot-pot tanaman tersusun rapi. Sekali lagi, warna hijau alami mendominasi pemandangan di teras sekolah. Asri sekali. Belum lagi beberapa tanaman gantung dan merambat, membuat sekolah jadi sangat alami dengan warna hijau dedaunan itu. Mataku terus berputar. Di sisi kiri kulihat masjid dengan menara dan kubah kuningnnya. Dan di belakangnya ada bangunan megah di ketinggian. Itu perpustakaan yang tadi kulihat dekat tempat parkir. Mataku terus menjelajahi tiap sudutnya.dan ketika aku balikan badan,… tak kuduga, pemandangan yang lebih dahsyat. Gunung dalam jarak yang tidak terlalu jauh. “Jadi asrama ini dekat gunung?” Tanya hatiku. bukan, di atas gunung tepatnya. Ya, betul. Soalnya tadi jalan ke arah sini selalu menanjak.

“Ayo kita ke belakang Fi…!” ajak bundaku sambil berjalan pelan. Aku mengikuti ajakan bunda. Meski belum puas melihat pemandangan gunung dari halaman sekolah. Di halaman belakang, ternyata ada bangunan dengan dinding setengah terbuka, meja-meja kayu warna putih berjejer. Ruang untuk makan. Seperti menyatu dengan alam. Bunda seperti terheran-heran. Sambil masuk dan duduk di bangku pinggir sambil memandang kel luar. Hamparan sawah.

“Asik ya Fi di sini. Bunda suka Fi tinggal di sini…” Bunda tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

“Ya sudah bunda tinggal aja di sini. Nanti tidurnya sama Afi…” Jawabku sambil tertawa. Gimana nggak lucu, si bunda malah mo tinggal di sini segala. Seneng sih seneng… hehehe…si Bunda tuh kadang-kadang lucu juga emang.

Sore hari bunda dan para pengantar yang lain pamitan untuk pulang. Duh nyesek juga rasanya dadaku. Tinggal di asrama, jauh dari rumah, jauh dari bunda. Makan antri, mandi antri.

“Ah, tidak ada hasil hebat tanpa pengorbanan…! tak ada prestasi tinggi tanpa perjuangan…!” Hiburku pada diri sendiri. Aku menguatkan hatiku yang tengah mengharu biru. Tanpa terasa air mata bedah tak tertahan. Basahi pipiku. Basahi kerudung putihku. Tapi aku harus kuat. Untuk kebaikan diriku. Untuk kebanggaan ayah bundaku. Untuk kejayaan islam. Untuk sebuah perjalan panjang… demi tegaknya peradaban dunia yang islami. aku tengah menitinya, satu langkah kini telah kumulai … bismillah!

kampus peradaban as-syifa

Older Posts »

Blog at WordPress.com.