Perycantiq

March,2008

Film Ayat-ayat Cinta memakan korban Jiwa!!subbhanallah….

Filed under: AAC — perycantiq @ '9:49:a'
Quote:

Film ayat-ayat cinta, satu orang meninggal sehabis menonton Film tersebut

Ditulis pada 8 Maret, 2008 oleh melayubertuah

Tim laporan Topik Muhammad Bayu Melaporkan dari Pontianak Kalbar” Film ayat-ayat cinta merupakan kenangan yang tak dapat dilupakan

buat Syarifah Mahani Asegap, Warga kompleks Teluk belus ini kehilangan suami tercintanya Gusti Adi Faisal 63 tahun usai menonton Film ayat-ayat cinta.Alm gusti terkena serangan jantung ketika mereka membahas Film yang baru saja di tontonnya dan langsung di larikan kerumah sakit namun nyawanya tak tertolong lagi.

Kekekeke ternyata ayat2 setan memang hanya membuat manusia celaka…

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=153012

Quote:

Selasa, 4 Maret 2008

Tak Sadar Suami Meninggal hingga Akhir Pemutaran
Di Balik Demam Warga Pontianak Menonton Film Ayat-ayat Cinta

Pontianak,- Ayat-ayat Cinta merupakan salah satu tontonan yang sangat digandrungi tidak hanya anak muda tetapi orang tua. Namun ternyata dibalik demam Ayat-ayat Cinta ini, menyisakan sebuah cerita tragedi, dimana seorang isteri kehilangan suami tercinta ketika menonton film yang fenomenal tersebut.

Hari Kurniathama, Pontianak

PEMUTARAN Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang diangkat dari novel laris dengan judul yang sama karangan Habiburrahman El Shirazy, disambut antusias. Sejak pemutaran perdana pada Selasa (26/2) lalu hingga tadi malam di A Yani 21 selalu dijejal pengunjung. Mereka tak saja dari kalangan remaja. Kaum tua pun juga larut oleh Ayat-ayat Cinta ini.

Film tersebut juga menarik perhatian Gusti Andi Faisal (63 tahun). Bersama sang istri, warga Komplek BTN Teluk Mulus, Gang Perintis V satu, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, ini menonton pada jam tayang pukul 15.00 WIB, Studio 1. Kedua pasangan ini menuju bioskop dengan menggunakan mobil pribadi.

“Ketika datang hingga duduk di bioskop, Bapak masih dalam kondisi yang baik,” kata Ny Faisal. Bahkan sebelum acara dimulai sang isteri sempat menelepon anaknya, Lia yang berada di Banjarmasin, Kalsel, walaupun tidak sempat berbicara dengan sang Ayah. Kemudian pada saat yang sama sang isteri tidak melihat gejala-gejala apapun dalam diri suaminya. Apalagi gejala sakit.

Kemudian film yang ditunggu pun dimulai. Setelah sekitar kurang lebih 90 menit film pun usai. Seperti biasa ketika para penonton memadati bioskop pun beranjak keluar, lampu kuning bioskop menyala tanda pemutaran film berakhir. Sang isteri melihat suaminya sedang tidur. Lalu dengan spontanitas Ibu Faisal membangunkan suaminya dengan menggerakkan tubuh berkali-kali. Ternyata hal tersebut tidak membuat sang suami terjaga. Sehingga sang isteri merasa khawatir dan langsung meminta pertolongan. Untunglah seorang mahasiswa kedokteran yang berada tepat di depan kursi korban duduk langsung membawa keluar Gusti Faisal bersama petugas bioskop.

Korban pun langsung dibawa sementara waktu ke ruangan petugas sembari menunggu Mobil Ambulance datang. Setelah itu korban dilarikan ke rumah sakit RSSA Antonius.

Menurut keterangan sang isteri, Gusti Faisal ketika sampai di rumah sakit telah tiada. Diduga meninggal diperjalanan. Sang isteri kepada tetangganya mengatakan kematian suami tercinta kemungkinan dikarenakan serangan jantung.

Antusiasme warga Pontianak untuk menonton film tersebut, kata Sastrawan Pontianak, Hamizar ‘Bazarvio’ Ridwan, sangat wajar mengingat buku dengan judul yang sama, yang mengilhami pembuatan film tersebut, sangatlah fenomenal.

“Novelnya bisa membius. Karena cerita yang berseting di Cairo, Mesir, mengungkapkan kaum muda yang tidak terlepas dari nuansa agamis. Sangat romantis dan humanis. Seperti yang saya tuliskan dalam testimoni di buku itu, selesai membacanya, bisa membuat hati menjadi gerimis. Jadi, sangat wajar jika filmnya juga ditunggu oleh masyarakat,” kata wartawan senior Pontianak Post yang juga sahabat Habiburahman El Shirazy yang bersama-sama pernah menghadiri acara baca puisi di Kuala Lumpur beberapa tahun lalu.

Sementara itu Caroline Voermans, 26 tahun, ikut memuji film tersebut. “Walaupun ada bagian-bagian yang hilang seperti yang di buku aslinya, tapi tidak memengaruhi makna dari film ini. Sungguh menyentuh jiwa. Empat jempol untuk film ini,” katanya usai menyaksikan pemutaran Film AAC.

Seperti dikutip dari website penerbitanbuku.wordpress.com, penulis buku novel Islami Ayat-ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy, meraih royalti dari buku-bukunya hingga Rp1,5 miliar. Hal itu disampaikan Tommy Tamtomo, Direktur Utama Penerbit Republika dalam acara bedah buku di Gramedia Matraman, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kami baru saja mencetak 10 ribu eksemplar untuk persediaan tahun depan, tapi sudah habis duluan,” kata Tommy. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Republika ini sejak Desember 2004 itu kini sudah dicetak 30 kali dengan total buku mencapai 300 ribu copy.**

Sumber berita TOPIK Malam antv tanggal 7 Maret 2008

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: