Perycantiq

fenomena Ayat-ayat Cinta!!

 film_ayat-ayat-cinta.jpg

Aku baru nonton lagi Ayat-ayat Cinta untuk yg keempat kalinya karena tadi pagi baca koran ayah. Di koran itu terpampang lumayan besar ulasan tentang film Ayat-ayat Cinta. Ternyata bukan hanya disukai di Indonesia.
Warga luar negeri juga banyak yang suka. Contohnya di bioskop Batam (itu kota kan perbatasan sama Singapore), di sana ratusan warga Singapura rela ngantri buat nonton film Ayat-ayat Cinta. Bahkan ada yang kehabisan tiket dan besoknya gak mau kehabisan lagi, puluhan warga Singapure ada yang sampe rela nginep di hotel Batam.
Lain dengan warga Malaysia yang memilih berdatangan ke Jakarta untuk nonton dan ikutan ngantri. Beberapa dari mereka juga ada yg sampe nginep di Indonesia (karena ada yang punya sodara di sini) karena kehabisan tiket. Bahkan beberapa warga Mlaysia ada yang sempat protes dan marah besar karena Fedi Nuril jadi pemeran Fahri (soalnya Fedi pernah ciuman sama lawan mainnya di film terdahulunya).
Warga Malaysia banyak yang gak terima sama itu. Lepas dari itu, banyak pemerintah luar negeri (Singapore, Malaysia, Inggris, Belanda, Kanada, Jerman, India, Thailand, Brunai Darussalam, Taiwan, Hong Kong, Jepang, Korea, banyak lagi. Pokoknya mayoritas dari Asia) yang datang ke Indonesia untuk membeli hak siar Film Ayat-ayat Cinta di negara mereka. Pihak MD sampe kewalahan.
Padahal untuk di Indonesia saja mereka sudah nekad habis-habisan bikin pita film sebanyak 100 copy. Padahal rata2 film lain membuat copiannya hanya 24 sampe yang terbanyak sebelum AAC aja hanya 28.
Ini jadi sejarah baru buat perfilman Indonesia. Selain membeli hak siar film, para utusan negara Asia, Inggris, Belanda, Kanada, Jerman, mereka juga membeli hak cipta atas novel untuk dialih bahasakan ke dalam bahasa mereka (AAC versi Malaysia sudah ada).
Sampai saat ini Kang Abik, pengarang novel AAC, sudah mendapatkan royalti sebanyak 1,9 Milyar rupiah (tapi dia tetap hidup sederhana dan tidak membeli mobil baru. Malah uangnya pake buat bikin pesantren).
Trus katanya pihak MD Entertainment membeli hak cipta novel ini buat dibikin layar lebar sebesar 800 Juta.
Sedangkan proses produksi filmnya menelan dana sebesar 8 Milyar. Dan setelah filmnya release, bukan hanya 8 Milyar yang kembali, tapi lebih. Untuk sekarang sudah dapet untung 24 Milyar (Gila!!).
O, iya. Pak BJ Habibie (mantan presiden Indonesia) juga sengaja datang dari Jerman langsung buat liat film AAC.
Dan kata beliau film ini bagus. Bahkan istrinya sampe nangis. Manooj Punjabi rencananya bakal bikin AAC versi extended (yang diperpanjang). Seneng banget.
Katanya dia bakal mengapus kekecewaan para pembaca novel AAC terhadap filmnya. Banyak yg bakal dirubah dan ditambah di versi extended nanti (Alhamdulillah)… Katanya sih bakal disamain sama novel dan lebih mendalam (ada rencana juga film AAC bakal diikut sertain ke Festival film se Asia dan Manooj rela bayar berapa aja asal film ini ikut festival paling bergengsi di Asia itu).
Dan sekarang juga banyak anak2 sekolah yg pergi ke mana2 menenteng novel AAC. Selain itu hikmahnya banyak cewek2 yang tadinya gak pake jilbab jadi pake jilbab setelah baca dan nonton AAC…. Di Bandung sendiri banyak yg sampe masuk Islam… Syukurlah…
Sekedar catatan. Film Hollywood yg tarapnya dunia aja hanya mencetak pita film sebayak 62 samapai paling terbanyak 68… Dan Ayat Ayat Cinta dengan 100 pita kaset baru untuk Indonesia. Gimana entar kalau go International…

Percaya atau nggak, sampai hari ini total penonton AAC di bioskop udah mencapai angka 2,3 juta (Jawa Pos, Minggu 16 Maret 2008).
Hal ini memang patut kita acungi jempol. Film yang dirilis sejak bulan ramadhan tahun lalu ini, memang telah menuai banyak sekali pujian. Pujian yang datang bertubi-tubi itu tidak hanya datang dari para penonton, bahkan Pak B.J. Habibie, serta ketua Partai Keadilan Sejahtera juga memujinya (Kompas, 15 Maret 2008).

Tau nggak sih kalau seluruh adegan interior (ket : yg dilakukan di dalam ruangan) yg dilakukan hampir 90% berada di Indonesia (Tempo, bulan Maret 2008 minggu ke 2).

Tapi aku berani jamin bahwa kita semua mengira bahwa Hanung Brahmantyo telah mengerahkan banyak uang untuk melakukan syuting di Mesir dalam jangka waktu yang lama.

Contoh, tau kan dengan rumah AISYA yg begitu mewah??
Rumah itu adalah aula di Semarang yg diset sedemikan rupa sehingga seperti rumah MESIR.

Tau kan dengan penjara tempat Fachri dikurung?
Penjara itu berada di LAWANG SEWU yang sudah dipoles dengan berbagai polesan tambahan sehingga mirip dengan penjara MESIR.

Tentu saja semua hal ini tidak terlepas dari kemampuan LIGHTING yang benar benar bagus dari sang sutradara dan para krunya.

Dengan tekhnik LIGHTING yang menawan, warna layar seakan terkesan kekuningan membuat aura MESIR hadir dalam benak kita saat menontonnya.

Salut banget deh buat film AAC INi. Dari sekian banyak film ISLAMI yang udah pernah tayang di INdonesia,menurutku AAC emang yang paling bagus.

Coba deh bandingkan dengan film “Kiamat Sudah Dekat”!!
Walaupun sama-sama mengangkat kesan Islami, tetapi AAC seakan-akan lebih dekat dengan kehidupan kita. Sebab, Mas Hanung benar benar telah menghadirkan realita.

Di dalam NOVELNYA, AAC terkesan sangat idealis. sosok FACHRI digambarkan sebagai sosok yang sangat sempurna.
Tapi, Mas Hanung telah berhasil menggambarkan sosok FACHRI seperti yang aku inginkan yaitu sesosok anak manusia yang masih punya kelemahan tanpa begitu sempurna.

Semua orang pasti mempunyai kelemahan, itulah inti yang mendasar yang dapat saya tangkap dalam film ini.

Aku punya komentar buat para pemainnya.
Aku sangat risih melihat akting RIYANTI yg memerankan sosok AISYA.
Di mataku saat membaca novelnya, AISYA adalah sesosok wanita yang benar benar hampir mendekati sempurna. Tapi, ketika diperankan oleh Riyanti, seakan-akan sosok AISYA seperti orang yang centil dan sombong.

contoh, adegan saat aisya ngebeiin Fachri Laptop. “SAYANG, INI AKU BELIIN LAPTOP BUAT KAMU” kalimat ini yang terucap saat di tempat tidur dengan gayanya yang benar-benar centil. Dan saat itulah seakan akan AISYA kehilangan SOSOK ASLINYA SEPERTI yang dilukiskan KANG ABIK dalam novelnya.

untuk CARISSA PUTERI, gila aktingnya bagus banget. Aku yakin dia masuk dalam nominasi aktris terbaik di FFI kelak. Moga-moga aja bisa menang AMIN!!!
dia memerankannya dengan sangat natural dan dia telah membuat para penonton menjadi kagum terhadap karakter MARIA jika dibandingkan dengan karakter AISYA.

Dan yang terakhir, MAAF YA!!! Menurutku, seluruh adegan yang diperankan ZASKIA ADYA MECCA benar benar sinetron ABIS!!!!!
Gimana nggak??? Aktingnya nggak natural banget!!!
Apalagi adegan di pengadilan! GIla sampai aku pikir, INI SINETRON ATAU FILM!!

Dan yang sangat aku sayangkan dari film ini adalah proses penggarapan yang dilakukan di pengadilan benar benar tidak sempurna. Boleh dibilang kalau seluruh adegan di pengadilan beserta tata ruang pengadilannya JELEK BANGET!!!

Aku bisa mengerti mungkin karena keterbatasan biaya atau mungkin karena proses penggarapan film yang sudah menguras tenaga dan fikiran sehingga hal ini terlupakan.

Tetapi, secara keseluruhan “THIS THE BEST ISLAMIC MOVIE WHICH I EVER WATCH IN OUR COUNTRY”.

2 Comments »

  1. Assalamu’alaikum.

    Waaah jeli juga ya perycantiq,

    saya setuju banget dan menurutku ada satu hal yang

    seharusnya menjadi prioritas untuk disampaikan kepada para

    penonton untuk disampaikan yaitu As-sunnah dan Al-Qur’an

    yang tersirat dan tersurat dinovel tidak diikut sertakan secara

    mendetail di Filmnya, bukankah maksud dari sang novelis

    ( kang Abik ) adalah menyampaikan ayat ayat Allah yang suci

    dan Hadist Rasul melalui karya novelnya.

    Juga ada beberapa adegan yang seharusnya tidak dilakukan,

    seperti makan sambil berdiri saat pesta berlangsung di kediaman

    Aisya. Tp bagaimanapun juga film AAC sangat fenomenal dan

    untuk novelnya saya acungkan 4 jempol

    ( 2 jempol kaki & 2 jempol tangan :)……..

    Wassalam

    Comment by rachmaadi — April,2008 @ '9:49:a'

  2. asssalamualaikum,wah.indah btul jalan cerita ayat2 cinta.!!!insyaALLAH siapa yg tengok dgn hati yg ikhlas akn dpt berubah

    Comment by hafiz — October,2009 @ '9:49:a'


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: